Buah Naga: Asal Usul dan Sejarahnya di Indonesia


Buah Naga, atau yang dikenal juga dengan sebutan pitaya, merupakan buah yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya enak dan segar, buah naga juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, tahukah Anda asal usul dan sejarahnya di Indonesia?

Menurut para ahli, buah naga sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Buah ini pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Tengah sekitar 700 tahun yang lalu. Namun, buah naga kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Menurut Dr. Andi Agus Nugroho, seorang pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), buah naga mulai ditanam di Indonesia sekitar tahun 1980-an. “Buah naga mulai dikenal di Indonesia pada saat itu dan mulai ditanam secara komersial di berbagai daerah, seperti Bali dan Jawa Timur,” ujarnya.

Sejak saat itu, buah naga semakin populer di Indonesia dan menjadi salah satu buah favorit di pasar lokal maupun internasional. Buah naga juga terus dikembangkan oleh para petani di Indonesia untuk meningkatkan produksi dan kualitasnya.

Menurut Ir. Bambang Sutopo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, buah naga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. “Buah naga memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan bagi petani di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, buah naga juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Menurut Dr. Ir. Siti Nurjanah, seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia, buah naga mengandung banyak serat, antioksidan, dan vitamin C yang baik untuk tubuh. “Buah naga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah penuaan dini,” ujarnya.

Dengan semakin populernya buah naga di Indonesia, diharapkan petani dapat terus mengembangkan dan meningkatkan produksi buah naga. Sehingga, buah naga dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang dapat memajukan pertanian di Indonesia.